Saturday, August 23, 2014

Mau Langsing? Gunakan Kendaraan Umum


Foto : http://assets.kompas.com/data/photo/2014/08/21/1520425shutterstock-151922723780x390.jpg

KOMPAS.com - Keputusan memilih moda transportasi yang digunakan ternyata punya kaitan dengan usaha menurunkan berat badan. Peneliti asal London menemukan, orang yang menggunakan transportasi umum seperti bus atau kereta, rata-rata bertubuh lebih langsing daripada mereka yang mengendarai kendaraan pribadi.
Studi yang dipublikasi secara online dalam British Medical Journal tersebut melibatkan lebih dari 15.000 orang peserta. Dalam studi tersebut, peneliti mengukur indeks massa tubuh peserta, untuk laki-laki rata-ratanya 28 dan untuk perempuan adalah 27. IMT merupakan angka kisaran jumlah lemak tubuh dengan menggunakan perbandingan antara berat dan tinggi badan. Orang yang memiliki IMT 25-29,9 dinilai sudah kelebihan berat badan.
Peneliti asal University College London dan London School of Hygiene and Tropical Medicine menemukan, jika dibandingkan dengan orang yang mengendarai kendaraan pribadi, orang yang terbiasa menggunakan transportasi publik rata-rata memiliki skor IMT yang lebih rendah.
Rata-rata pria yang menggunakan moda transportasi umum memiliki skor IMT sekitar satu poin di bawah mereka yang mengendarai kendaraan pribadi. Hasil IMT lebih kecil ini ternyata juga berlaku pada mereka yang terbiasa berjalan dan mengendarai sepeda. Jika disetarakan dengan berat badan, maka satu poin IMT adalah sekitar tiga kilogram.
Sementara itu, wanita yang menggunakan transportasi publik memiliki IMT yang lebih kecil 0,7 poin dibandingkan dengan mereka yang mengendarai kendaraan pribadi ke tempat kerja. Rata-rata ini setara dengan 2,5 kilogram.
Peneliti berharap, hasil temuan studi ini dapat memberikan implikasi penting terkait transportasi dan kebijakan di bidang kesehatan. "Ada banyak manfaat dari mengganti pilihan ke moda transportasi umum," ujar peneliti.
Ellen Flint, peneliti di London School of Hygiene and Tropical Medicine mengatakan, ada perbedaan besar yang terlihat bagi mereka yang terbiasa menggunakan kendaraan pribadi dengan yang menggunakan transportasi umum. Bahkan perbedaannya lebih terlihat daripada orang yang hanya fokus berdiet dan melakukan aktivitas fisik untuk mencegah kelebihan berat badan dan obesitas.
Kendati tidak membuktikan hubungan sebab-akibat, namun berjalan dan bersepeda ke tempat kerja bisa menjadi salah satu strategi untuk mengurangi epidemi obesitas yang meningkatkan risiko penyakit degeneratif.
Penulis : Unoviana Kartika
Sumber :
Editor :
Lusia Kus Anna

Wednesday, August 20, 2014

Tak Cuma Bikin Langsing, Menjaga Pola Makan Juga Bisa 'Cerdaskan' Otak


Foto : Thinkstock

Jakarta - Menjaga pola makan memang bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Tapi bukan itu saja lho manfaatnya. Makan sehat ternyata bisa bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan otak kita.

Mulai dari mengingat pesan hingga konsentrasi lama bisa dilakukan jika kita mengonsumsi makanan yang sehat. Berikut ini manfaat makanan sehat bagi otak, dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (19/8/2014).

1. Meningkatkan Konsentarasi
Konsentrasi yang baik dipengaruhi oleh penyimpan pesan antara sel otak. Dalam sel otak terdapat serabut saraf yang bisa membantu menyebarkan pesan ke seluruh tubuh. Untuk membentuk serabut ini, dibutuhkan substansi lemak yang disebut Myelin.

Myelin bisa didapat dengan mengonsumsi omega 3 yang terkandung dalam ikan. Inilah mengapa suplemen yang berasal dari minyak ikan bisa laris di pasaran. Karena minyak ikan dipercaya dapat meningkatkan konsentrasi seseorang.
2. Memperbaiki Mood
Dalam otak, terdapat sel yang disebut neurotransmitters. Sel ini memainkan peran penting dalam mood.

Dalam neurotransmitter terdapat dopamine. Menaikkan level dari dopamine bisa menambah perasaan antusias dan kesenangan seseorang. Serta mengurangi tingkat dari perasaan kesepian, sedih, dan bosan.

Dopamine bisa didapat dengan memakan makanan secara perlahan, dan mengonsumsi makanan kaya akan protein seperti telur, kacang, daging, dan almond. Selain itu, cokelat juga bisa menaikkan sel dopamin.

Selain dopamine, serotonin juga dipercaya bisa membuat Anda merasa bahagia dan mengurangi peraaan cemas. Mengonsumsi makanan kaya karbohidrat dipercaya dapat meningkatkan level serotonin secara cepat.
3. Meningkatkan Kewaspadaan
Kafein dalam kopi dari dulu dikenal sebagai cara yang ampuh untuk mengatasi ngantuk. Kafein dianggap efektif meningkatkan kewaspadaan sebab meningkatkan sel otak menjadi lebih aktif, dan membuat Anda menjadi lebih berenergi.

Dalam kopi dapat memproduksi hormon adrenalin. Jadi Anda bisa menjadi lebih waspada dan otak Anda akan bekerja lebih baik dan lebih cepat.

Terlalu banyak kafein tapi bisa membuat anda merasa nervous.

4. Memperbaiki Memori
Kemampuan kita dalam mengingat tergantung pada jaringan yang terdapat dalam sel otak.

Dalam sel otak terdapat acetycholine. Zat ini dipercaya dapat memperbaiki memori orang yang terkena Alzheimer.

Kunci ini terdapat pada zat kimia yang dibuat dari choline yang didapat pada telur dan kacang kedelai. Sayuran seperti kol, brokoli, dan bunga kol bisa pun dapat membantu kemampuan mengingat. Peneliti menemukan orang yang rutin mengonsumsi makanan ini memiliki kemampuan yang lebih baik pada sebuah tes mengingat.
Firstrianisa Gustiawati - detikHealth